Jelasin brief
Tujuan, penonton, format, dan durasi. Lima menit di sini menghemat puluhan render gagal.
Webinar online · 2 jam via Zoom
Dua jam, satu alur utuh. Kamu lihat langsung cara mengunci wajah karakter dan kemasan produk, merencanakan shot, lalu mengolahnya jadi iklan dan video UGC yang tidak kelihatan "AI banget".
Kenal hasil begini?
Hampir semua video AI yang terasa "AI banget" gagal karena empat hal yang sama. Kabar baiknya, tidak satu pun soal tools mahal.
Belum jelas videonya untuk siapa dan mau apa, tapi sudah generate. Hasilnya cantik sendiri-sendiri, tapi tidak menyampaikan apa-apa.
Tanpa sheet referensi, model menebak ulang wajah dan kemasan di tiap shot. Tokohmu berubah orang, logomu berubah bentuk.
Kamera melayang tanpa arah, ukuran shot acak, potongan tidak nyambung. Kredit habis untuk klip yang akhirnya dibuang.
Suara datar seperti robot, bibir tidak sinkron, subtitle tertutup tombol aplikasi. Gambar bagus pun jadi terasa murahan.
Akar masalahnya
Kebanyakan orang memperlakukan AI seperti mesin slot: ketik prompt, tekan generate, berharap hasilnya bagus. Kalau gagal, ganti tools.
Produksi video sungguhan tidak bekerja begitu. Sutradara menulis brief, memilih pemain, menggambar storyboard, baru menyalakan kamera. Di webinar ini kamu belajar memakai AI dengan urutan yang sama.
Cara lama vs dengan AI
Peran kamera, talent, lokasi, editor, dan pengisi suara bisa kamu arahkan sendiri. Yang berubah bukan cuma alatnya, tapi cara kerjamu.
Metode
Video AI kelihatan "AI banget" karena orang lompat langsung ke prompt. Di jagonya.ai, semua kelas memakai empat langkah yang sama.
Tujuan, penonton, format, dan durasi. Lima menit di sini menghemat puluhan render gagal.
Kunci wajah, kemasan produk, dan lokasi dengan sheet referensi. Wajah tidak lagi berubah tiap shot.
Storyboard dan shot list pakai bahasa sutradara: subjek, aksi, kamera, cahaya, suasana.
Generate, suara dan lipsync, edit, label konten AI, lalu tayang 9:16.
Isi webinar
Bukan daftar tools. Peta cara berpikir yang tetap berlaku walau tools berganti bulan depan.
Empat penyebab paling sering dan cara mengenalinya di hasilmu sendiri.
UGC, iklan produk, AI influencer, microdrama, talking head, dan motion. Kapan pakai yang mana.
Brief, kunci identitas, rencana shot, lalu olah jadi video. Ditunjukkan dengan satu contoh utuh.
Character sheet dan product sheet supaya tidak berubah dari shot ke shot.
Subjek, aksi, kamera, cahaya, suasana. Satu kalimat rapi, bukan mantra panjang.
Mana untuk gambar, video, suara, dan edit, plus cara mengatur kredit supaya tidak boros.
Label konten AI di platform, hak pakai, dan batas yang tidak boleh dilanggar.
Demo live
Kamu lihat layar kerjanya langsung, dari sheet referensi sampai tombol generate. Render AI kadang antre lama. Kalau itu terjadi, kami putar hasil render sebelumnya dan bilang terus terang bahwa itu hasil cadangan.
Product sheet, storyboard 4 shot, generate, lalu susun di editor sampai jadi iklan vertikal.
Character sheet, satu adegan bicara ke kamera, voice-over Bahasa Indonesia, lalu lipsync.
Karakter yang sama dipakai di shot iklan dan shot microdrama, tanpa ganti muka.
Rundown
Porsi terbesar untuk demo live. Sisanya peta, alur, dan jawaban untuk pertanyaanmu.
Sapaan dan pengakuan di awal: pengajarmu tampil dengan avatar dan suara AI. Itu bukti pertamanya. Lalu aturan main dan kolom tanya.
Empat penyebab video AI gagal: lompat ke prompt, identitas tidak dikunci, tidak ada rencana shot, suara dan edit asal jadi.
Enam format konten, contoh masing-masing, dan cocok untuk siapa.
Empat langkah, ditunjukkan dengan satu contoh dari awal sampai akhir.
Product sheet, storyboard 4 shot, generate, susun di editor.
Character sheet, adegan bicara ke kamera, voice-over, lipsync.
Peta tools, cara hemat kredit, label konten AI, dan hak pakai.
Tugas 7 hari untuk dikerjakan sendiri, plus penjelasan ecourse dan bootcamp untuk yang mau lanjut.
Pertanyaanmu dijawab langsung.
Untuk siapa
Strukturnya sama untuk semua peserta. Contoh dan demonya menyentuh empat kebutuhan ini.
Satu karakter AI jadi wajah akunmu. Foto produk jadi video review yang natural.
Kemasan dan logo tetap rapi. Beberapa versi iklan dari satu foto produk.
Tokoh yang sama dari episode pertama sampai tamat, dengan suara berbeda per tokoh.
Alur produksi yang bisa diulang untuk tiap klien, dengan putaran revisi yang jelas.
Galeri format
UGC, iklan produk, AI influencer, microdrama, podcast, sampai motion. Semuanya tanpa kamera, tanpa studio, tanpa talent sungguhan. Ketuk video untuk memutar.
Founder
Jeremy membangun jagonya.ai dengan cara yang ia ajarkan. Website ini, kontennya, avatar yang mewakilinya, sampai suara yang kamu dengar di kelas, semuanya dibuat pakai AI. Tanpa kamera, tanpa studio, tanpa kru.
Itu bukti paling jujur yang bisa kami tunjukkan: kalau satu orang bisa menjalankan brand ini dengan AI, kamu juga bisa menjalankan kontenmu.
Tiket webinar
FAQ
Rp97.000 per orang untuk satu sesi online sekitar 2 jam via Zoom.
Batch pertama: Kamis, 19 November 2026. Setelah daftar, tanggal pasti, jam, dan link Zoom dikirim lewat WhatsApp.
Bisa. Webinar dimulai dari dasar: kenapa video AI sering gagal, lalu alurnya langkah demi langkah. Kamu cukup menonton dan mencatat.
Tidak wajib. Webinar berisi peta dan demo live. Di akhir sesi kamu dapat tugas 7 hari untuk dicoba sendiri sesudahnya.
Belum. Tiket tidak termasuk langganan atau kredit tools pihak ketiga. Di webinar kami tunjukkan cara memakai kredit secara hemat dan mana yang punya paket gratis atau uji coba.
Tidak. Proses generate berjalan di server penyedia tools. Untuk menonton webinar, HP pun cukup. Yang penting internet stabil.
Ya. Materi disusun Jeremy Tanuardy, founder jagonya.ai. Di layar ia tampil sebagai avatar AI dengan suara AI. Itu disengaja: semua yang kamu lihat di jagonya.ai dibuat pakai AI.
Ada dua pilihan: ecourse 10 modul untuk belajar mandiri, dan bootcamp workshop virtual 1 hari untuk praktik sampai jadi. Keduanya dijelaskan di akhir webinar. Ikut lanjutan tidak wajib.