"Hari ini posting apa lagi?"
Algoritma minta konten tiap hari. Kamu malu, atau memang tidak sempat, tampil di depan kamera setiap hari.
Webinar untuk affiliator dan seller
Etalasemu penuh, tapi tenaga untuk merekam diri sendiri tiap hari tidak selalu ada. Di webinar 2 jam ini kamu lihat cara membangun satu karakter AI yang tetap, lalu mengubah foto produk dari etalase jadi video review yang terasa natural.
Suara di kepala tiap pagi
Algoritma minta konten tiap hari. Kamu malu, atau memang tidak sempat, tampil di depan kamera setiap hari.
Satu produk butuh banyak variasi supaya tidak monoton. Bikin manual satu per satu menghabiskan waktu.
Sudah coba AI. Kulitnya kayak plastik, geraknya kaku. Penonton langsung geser ke video berikutnya.
Wajah modelnya berubah tiap video. Akunmu tidak punya "muka" yang dikenali penonton.
Puluhan render yang akhirnya tidak terpakai. Kredit habis sebelum ada satu video yang layak unggah.
Yang kamu butuhkan alur: karakter dikunci sekali, lalu dipakai berulang untuk semua produkmu.
Akar masalahnya
Akun affiliate diingat karena wajah yang muncul setiap hari, bukan cuma karena produknya. Tanpa patokan, model menebak ulang wajah di tiap generate. Dengan character sheet, satu tokoh yang sama bisa me-review skincare hari ini, bercermin besok, dan ngobrol santai lusa.
Karaktermu sendiri
Satu karakter, lima video, lima suasana. Wajahnya tetap sama.
Cara lama vs dengan AI
Metode
Video AI kelihatan "AI banget" karena orang lompat langsung ke prompt. Di jagonya.ai, semua kelas memakai empat langkah yang sama.
Tujuan, penonton, format, dan durasi. Lima menit di sini menghemat puluhan render gagal.
Kunci wajah, kemasan produk, dan lokasi dengan sheet referensi. Wajah tidak lagi berubah tiap shot.
Storyboard dan shot list pakai bahasa sutradara: subjek, aksi, kamera, cahaya, suasana.
Generate, suara dan lipsync, edit, label konten AI, lalu tayang 9:16.
Variasi hook
Tiga detik pertama menentukan orang berhenti atau lanjut scroll. Dari bahan yang sama, kamu bisa menyiapkan beberapa pembuka untuk dites, tanpa klaim yang tidak bisa dibuktikan.
Pola pengakuan. Mulai dari keraguan yang dirasakan penonton juga.
Pola POV. Ajak penonton masuk ke momen, bukan ke daftar fitur.
Pola tunjukkan. Langsung ke produk di tangan, biar gambarnya yang bicara.
Demo utama untukmu
Kamu lihat prosesnya langsung di layar, dari foto produk biasa sampai video 9:16 dengan voice-over Bahasa Indonesia.
Kemasan dan warna dikunci dari beberapa sisi, supaya tidak berubah bentuk di video.
Wajah akunmu dipanggil lagi, bukan dibuat ulang dari nol.
Tangan memegang produk, close-up tekstur, lalu wajah yang bicara ke kamera.
Naskah pendek yang enak diucapkan, suara Bahasa Indonesia, subtitle di area aman.
Juga dibahas di webinar
Kamu dapat gambaran utuh supaya bisa lanjut sendiri sesudah webinar, termasuk tugas 7 hari untuk dicoba.
Galeri
Semua dibuat tanpa kamera dan tanpa talent sungguhan. Ketuk video untuk memutar.
Founder
Jeremy membangun jagonya.ai dengan cara yang ia ajarkan. Website ini, kontennya, avatar yang mewakilinya, sampai suara yang kamu dengar di kelas, semuanya dibuat pakai AI. Tanpa kamera, tanpa studio, tanpa kru.
Itu bukti paling jujur yang bisa kami tunjukkan: kalau satu orang bisa menjalankan brand ini dengan AI, kamu juga bisa menjalankan kontenmu.
Tiket webinar
FAQ
Bisa. Itu justru inti webinar ini: satu karakter AI yang konsisten jadi wajah akunmu, sementara kamu yang mengarahkan dari belakang layar.
Boleh, selama kamu mengikuti aturan tiap platform, termasuk label konten AI, dan tidak memakai wajah atau suara orang nyata tanpa izin. Aturan mainnya dibahas di webinar.
Tidak. Kami mengajarkan cara membuat videonya. Hasil penjualan tergantung produk, pasar, dan usahamu sendiri.
Bisa. Webinar dimulai dari dasar dan kamu cukup menonton demo. Sesudahnya ada tugas 7 hari untuk dicoba sendiri.
Belum. Tiket tidak termasuk langganan atau kredit tools pihak ketiga. Kami tunjukkan cara memakai kredit secara hemat dan mana yang punya paket gratis atau uji coba.
Bisa untuk menonton webinar. Banyak tools AI juga punya versi HP, walau laptop lebih nyaman saat praktik.
Tiket Rp97.000 untuk satu sesi online sekitar 2 jam via Zoom. Batch pertama: Kamis, 19 November 2026. Tanggal pasti, jam, dan link dikirim lewat WhatsApp.